Saat kau bangunkan aku dari tidur dan mimpi ku tapi aku tetap berselimutkan kain tebal tuk memupus rasa dingin, kau tetap tiupkan angin harapan tuk menggugah hati kecilku, "ayo sholat tahajud". Aku sebenarnya malu dengan diriku sendiri, kenapa bukan aku yang membangunkanmu tuk sama-sama melakukan shalat malam. Terima kasih istriku yang sabar. Ta'kala kau ajak aku tuk melakukan shalat Dhuha manakala sebelum berangkat kerja dengan penuh kehangatan,"sholat dulu mas, sebelum berangkat kerja biar Do'a dan ikhtiar kita dapat dikabulkan". Sebenarnya aku malu dengan kebiasaanku, kenapa bukan aku dulu yang mengajaknya tuk membuka hari-hari ku dengan ampunan, taubat, permohonan dan prasangka baik kepada Allah yang Menguasai Hidup ku ini? Terima kasih ibunya anak-anak, yang selalu memiliki harapan positif tentang hidup. Manakala kau mau tidur, kau sempatkan untuk mengingatkanku,"Pak, besok hari Kamis mau puasa nggak?", biar hati kita bersih dari buruk sangka. Ya Allah terima kasih karena kau telah hadirkan pendamping yang begitu takut aku meninggalkan Mu. Sekali lagi trima kasih isteriku, kau selalu tidak rela bila aku terbawa nafsu dan emosi yang tidak terkendali sehingga kau selalu mengingatkanku setiap kau merasa bahwa aku bisa khilaf ataupun lupa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar