Jumat, 19 Februari 2010

Pelangi Senja di Banjarsari

Ta'kala mentari mulai menyisir gelombang putih diantara gunung Karang ingin menyusup menuju peraduan. Bocah-bocah kecil masih bermain kejar-kejaran, naik sepeda kecil yang mereka sukai sambil bernyanyi riang, sekumpulkan ibu yang membiarkan asuhannya bermain sendiri masih sibuk dengan cerita tentang "sinetron" kesukaan. Begitu damai dan menyenangkan bumiku tercinta menyambut malam yang kan datang. Tapi, adakah diantara merekayang tergugah mendengar lengkungan nyanyian kecil dari untaian ayat-ayat Al-Qur'an yang terdengar lirih karena tertutup keramaian canda anak-anak dan debat kusir mempertahankan cerita ibu-ibu tentang gambar yang biasa mereka lihat menunggu suaminya pulang kerja. Sesuatu telah terjadi di bumiku. Rutinitas yang telah demikian mendarah daging telah demikian jauh dari ajaran Rasulullah meskipun tidah terlihat jelas. Terbesit dalam pikiranku, harus ada langkah yang unik agar bisa membubarkan mereka, kemudian membawanya untuk selalu membicarakan Asmaul Husna atau Ketauladanan Nabi. Insya Allah..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar