Selasa, 20 April 2010

Allah Hanya Memanggil kita sebanyak Tiga Kali Saja

Allah Sang Penguasa Kehidupan di Alam Dunia dan Alam Akhirat, hanya akan melakukan panggilan kepada ummat Nya sebanyak tiga kali. Ya, tiga kali.

Panggilan pertama adalah ADZAN. Manakala waktu sholat akan tiba, berkumandanglah adzan menyusuri celah-celah hembusan angin, menyusup sayup ke telinga kita. Allah memanggil kita dengan alunan yang sangat merdu. Tetapi, apa yang kita lakukan ketika adzan mulai, sedang atau usai dikumandangkan?
Kita masih sibuk dengan aktifitas duniawi, kita masih asyik bermain, ramai dengan obrolan yang tidak penting bahkan terkadang menimbulkan fitnah-fitnah kecil yang sering membuat propaganda yang kurang baik. Tapi, apakah Allah "marah" melihat kemalesan kita menanggapi panggilannya? Tidak! Bahkan, Dia masih memberikan anugerah dan rahmat yang menggembirakan, masih memberikan kebahagiaan dan kesenangan, masih memberikan toleransi kepada seluruh ummat manusia, baik untuk ummat yang menjawab panggilan Nya atau yang mengabaikannya.
Saya termenung dan ...hati terasa bergetar. Bukankah selama ini aku selalu sibuk dengan aktifitasku sendiri manakala Adzan memanggil perlahan? Aku masih duduk menunggu kail pancing yang belum termakan umpannya, saya masing mengajar, saya masih olahraga, saya terkadang sibuk dengan rapat ku, dan segudang alasan yang membuat aku tidak pernah tepat waktu menghampiri panggilan-Nya. Ya Allah, ampunkan hambamu yang khilaf ini.
Panggilan yang kedua adalah Haji. Allah memanggil semua ummat melalui umrah atau naik haji, sebagai sebuah janji yang membuktikan keteguhan dan keimanan yang begitu dalam dari seorang ummat kepada Sang Pencipta. Sebuah panggilan yang dapat dilakukan secara bergantian disesuaikan dengan kemampuan, keikhlasan dan keyakinan masing-masing, dan dengan dilandasi jalan yang berbeda-beda pula. Tetapi setiap manusia mempunyai keinginan yang sama,"kapan saya bisa melaksanakan umrah/haji"? Ada yang merencanakan dalam jangka waktu satu tahun, dua tahun, sepuluh tahun atau entah kapan. Ada yang do'anya terkabulkan untuk melakukan umrah/haji sesuai harapan, ada yang tertunda atau bahkan ada tidak dapat terlaksana, meskipun niatnya begitu besar. Betapa tidak ingin kita mengharap agar umrah menjadi bagian hidupnya. Dengan pakaian putih yang bernama ihram yang menyelimuti tubuh dengan iringan lafaz "Labaik Allahuma Labaik/Umrotan", hati yang lapang dan yakin ini akan tersentuh oleh panggilan kedua-Nya.
Masa Allah, saya dapat memenuhi panggilan Mu ya Allah....! Alhamdulillah hasil tabungan saya dari sisa jerih payah saya sebagai seorang guru, sebagai seorang sopir, sebagai seorang penjahit, sebagai seorang dokter, .....dapat untuk menemui-Mu. Alhamdulill ah...

Panggilan yang ketiga adalah KEMATIAN. Sebuah panggilan yang tidak pernah memunculkan tanda-tanda, ciri-ciri, ataupun aktifitas permulaan serta tidak pernah umat manusia dapat menolaknya karena takdir kematian itu muncul dengan tiba-tiba. Yang mampu menjawab hasil sebuah kematian hanyalah amal sholeh kita selama hidup. Yang dapat memahami kematian kita hanya sikap kita pada saat memahami dan menjabarkan ajaran Nabi Muhammad,"lakukanlah amal yang baik, tinggalkan yang munkar". Mataku berkaca-kaca manakala pikiranku mengingat masa laluku yang begitu hina, nista, dan banyak menyusahkan orang tua, saudara, teman, orang lain...adalah Allah mau mengampuni kelakukan saya selama ini?
Ya Allah......berikan kesempatan untuk ku agar aku dapat berubah menjadi manusia yang baik. Amin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar