Rabu, 28 Maret 2012

Tips Pengusaha Rumahan

Adapun Tips yang dapat anda terapkan adalah sebagai berikut :

1. Adalah mindset mereka yang membawa kesuksesan
Pengusaha yang serius sudah "memprogram" pikirannya untuk berhasil, apapun yang terjadi. Mereka tidak akan kehilangan fokus pada bisnis rumahannya dan membiarkan orang lain menghentikan rencananya untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan.

Mereka tahu apa yang diinginkan dan MENGINGINKAN kesuksesan. Jika Anda tidak tahu apa yang diinginkan dalam bisnis rumahan Anda dan mempertimbangkan kembali rencana apa yang ingin dicapai, atau keuntungan bisnis jangka panjang.

2. Rencana awal yang membawa kesuksesan
Pengusaha yang cerdas tahu diperlukan waktu untuk set up dan menumbuhkan bisnis yang menguntungkan. Mereka merencanakan keberhasilan. Mereka memiliki rencana awal yang mungkin saja gagal, tapi mereka tidak pernah menyerah dan memulai lagi dengan rencana yang lebih baik.

Pengusaha yang serius tahu bahwa diperlukan disiplin serta waktu untuk membangun bisnis rumahan yang kuat dan solid, yang nantinya memberikan pendapatan di tahun-tahun mendatang.

3. Riset awal yang membawa kesuksesan
Pengusaha sukses dan serius tahu pentingnya riset pasar. Mereka tahu, agar usaha rumahan berhasil, mereka harus melakukan riset pasar (konsumen potensial) dan mempelajari kompetitor mereka.

Lakukan riset target market dan pelajari pesaing Anda agar usaha Anda mendapatkan profit jangka panjang.

Ketahui apa keinginan konsumen dan berikan pada mereka. Waspada dengan pesaing, pelajari penawaran mereka dan pastikan Anda memberikan yang lebih baik daripada mereka.

4. Strategi marketing yang membawa keberhasilan
Pelajari pengusaha sukses di bidang yang sama dengan Anda dan perhatikan bagaimana mereka memasarkan online dan offline.

Mereka memiliki "keunikan" strategi marketing tapi mereka menggunakan dasar yang sama.

Gunakan konsep marketing yang terbukti berhasil tapi juga cobalah untuk meningkatkannya dan menyesuaikannya dengan situasi Anda. Buatlah mereka agar sesuai dengan usaha rumahan Anda. Buatlah penawaran Anda lebih baik dan unik daripada peseaing jika Anda ingin MENANG dalam bisnis ini, atau berhenti.

5. Investasi yang membawa keberhasilan.
Pengusaha cerdas tahu bahwa KUNCInya adalah bekerja CERDIK, bukan keras. Kalau Anda tidak mempunyai ketrampilan untuk mengembangkan taktik marketing yang BARU , mengapa tidak menyewa konsultan yang memahami hal tersebut ?

Jika Anda punya "cukup" uang mengapa tidak menginvestasikan pada orang yang bisa membantu Anda mengembangkan bisnis rumahan ?

Manakah yang lebih berharga bagi Anda, waktu atau uang Anda ?

Pengusaha yang serius siap untuk berinvestasi (baik waktu dan uang ). Dia tahu akan membangun kesuksesan bisnis jangka panjang bagi dirinya dan orang-orang yang dia cintai.

Langkah terakhir yang harus dilakukan agar berhasil adalah BERTINDAK

Sumber : PengusahaMuslim 

Berhenti Berharap & Mulai Bertindak


"Dengan berharap tidak akan menghasilkan apa-apa. Tapi, mengharapkan kesuksesan pemikiran yang menjadikannya obsesi, kemudian merencanakan cara yang tepat dan bersungguh-sungguh mencapainya, dan mendukung perencanan dengan keteguhan tanpa mengenal kegagalan, akan menghasilkan kesuksesan." (Napoleon Hill dalam "Think and Grow Rich").
Coba anda baca lalu pikirkan/renungkan kalimat tersebut.
Sudah berapa banyak waktu yang telah anda buang untuk membayangkan kesuksesan yang akan anda gapai lantaran anda tidak melakukan apapun. Untuk mencapai kesuksesan Anda tidak cukup hanya dengan berangan-angan, namun anda harus tetapkan rencana lalu lakukan sesuatu yang mengarah pada impian/cita-cita anda.

Jadi, jika anda sudah siap untuk sukses, mulailah dengan membuat rencana bagaimana anda membangun usaha/bisnis dan apa yang akan anda lakukan dan investasikan hari-hari anda disana. Tulis dan tinjau kembali secara berkala untuk penyesuaian atau merubah unsur-unsur yang mendukung rencana untuk mencapai tujuan yang paling akhir.

Dengan rencana ini, sukses bukan lagi sekedar harapan, namun bisa jadi kenyataan.
Jika anda menghabiskan waktu hanya untuk berharap, maka anda tidak akan mendapatkan hasil yang dicari. Untuk mencapai keberhasilan, anda perlu menggali lebih dalam.

Kamis, 05 Agustus 2010

Ramadhan, Supertrainer

Ramadhan, Supertrainer

Oleh: KH. Hidayat Nurwahid
Tidak terasa 11 bulan begitu cepat berlalu. Bulan suci Ramadhan yang penuh berkah telah datang. Kedatangan bulan keberkahan ini hendaknya disambut oleh umat dengan penuh suka dan cita layaknya menyambut tamu agung.
Memang, ada realitas pahit terkait dengan berbagai macam persoalan yang bagaimanapun, harus dijalani, suka atau tidak suka. Kini, dapatkah bulan Ramadhan menghadirkan alternatif solusi, keluar dari berbagai kesulitan dan himpitan yang menyertai hidup rakyat dewasa ini?

Ramadhan, Supertrainer
Bulan suci Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an yang datang sebagai petunjuk, penjelas, dan pembeda bagi manusia (QS. Al-Baqarah [2]:185). Ia merupakan bulan di mana pintu-pintu ibadah, amal, dan taqarrub (mendekatkan diri) kepada Ilahi terbuka lebar, sehingga ruang gerak setan menjadi terbatas. Ramadhan merupakan bulan diwajibkannya berpuasa bagi umat Muslim yang menurut hadis riwayat al-Bukhari dan Muslim adalah tonggak tegaknya agama ini. Kendati demikian, terdapat beberapa klasifikasi Muslim pada bulan ini.
• Pertama; orang yang menanti kehadiran Ramadhan dengan suka cita, bekerja keras menyempurnakan ibadah-ibadah wajib dan sunah dengan meneladani Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam (SAW).
• Kedua; orang yang memasuki bulan Ramadhan dan keluar darinya dengan tanpa perubahan dan tidak bertambah darinya kebajikan apa pun.
• Ketiga; orang yang tidak mengenal ALLAH kecuali pada bulan ini. Ia dengan khusyu melakukan ibadah dan beramal saleh. Namun bila Ramadhan usai, ia akan kembali kepada ‘habitat’-nya semula.
• Keempat, orang yang di bulan ini hanya menahan lapar dan dahaga saja, namun tetap melakukan kemaksiatan.
• Kelima, orang yang menjadikan siang hari Ramadhan bagai malam dengan tidur sepanjang hari dan mengisi malamnya dengan lahwu (kegiatan yang melalaikan).
• Keenam, golongan manusia yang tidak mengenal ALLAH baik di bulan Ramadhan atau di bulan-bulan lainnya sepanjang tahun meskipun ia mengaku sebagai seorang Muslim.
Bila dihayati secara mendalam, bulan Ramadhan bak madrasatun mada al-hayah (madrasah sepanjang hayat) yang berkelanjutan mendidik dan mengedukasi generasi demi generasi setiap tahun. Ramadhan memuat makna-makna iman pada jiwa manusia, mengilhami mereka arti agama yang hanif, dan memantapkan kepribadian Muslim yang hakiki. Ramadhan merupakan sarana yang sangat efektif menghadirkan internalisasi nilai kebajikan guna menghadapi berbagai tantangan yang muncul di tengah masyarakat.
Untuk itu, setiap Muslim hendaknya mengantisipasi kehadiran bulan bertaburan berkah ini dengan mempersiapkan diri, mengoptimalkan daya dan upaya meraih hari esok yang lebih baik (QS. Al-Hasyr [59]: 18). Jika training kaum profesional dewasa ini hanya dilakukan dalam empat hari dan menghasilkan perubahan positif yang luar biasa, maka Ramadhan satu bulan penuh, Muslim di-training oleh SuperTrainer-nya, yaitu ALLAH SWT, Dzat yang Maha segala-galanya. Tentu hasilnya akan juga luar biasa, bila itu dilakukan dengan penuh keseriusan dan mendamba ridha ALLAH.
Bulan Solusi
Kesempatan Ramadhan yang di dalamnya dijanjikan rahmat (karunia), maghfirah (ampunan), dan itqun min al-nar (pembebasan dari api neraka), sesungguhnya momentum ideal menemukan solusi banyak hal bagi umat.
• Pertama; puasa yang benar dapat membangunkan hati Mukmin yang ‘tertidur’ sehingga merasakan muraqabatullah (perasaan diawasi ALLAH). Ketika seorang yang berpuasa men-tadabbur sebagian siangnya sehingga merasakan haus dan lapar, ia akan menahan diri tidak makan dan tidak melakukan kemunkaran hanya karena perintah ALLAH. Kondisi ini membuat seseorang merasakan kehadiran Ilahi yang memantau gerak geriknya.
• Kedua; bulan Ramadhan yang merupakan satu bulan dari 12 bulan dalam setahun, dimuati dengan ketaatan dan taqarrub kepada ALLAH yang dapat memanifestasikan makna ubudiyah kepada-NYA yang paling tinggi. Hal ini tidak mungkin dapat terwujud bila hanya ‘kerja keras’ di depan meja makan saat berbuka dan sahur.
• Ketiga; perut kenyang dalam kehidupan Muslim dapat memandulkan perasaan sehingga hati menjadi keras, menyuburkan sikap liar, dan maksiat kepada ALLAH dan sesama manusia. Dan ini bertentangan dengan karakter Muslim sesungguhnya.
• Keempat; sesungguhnya bagian dari fundamen-fundamen penting yang menyokong kebangkitan umat Islam adalah kasih sayang resiprokal dan solidaritas sosial di antara sesama Muslim. Para the haves akan sulit menyayang orang fakir dengan kasih sayang yang jujur tanpa melewati dan menjalani keperihan dan derita kefakiran serta pahitnya kelaparan itu sendiri. Manfaat yang paling berharga yang dipetik oleh orang kaya adalah kesempatan menjadi ‘orang fakir dan miskin’ tersebut, karena ia mengalami hidup seperti itu secara riil.
Ketika solusi muraqabatullah, ketaatan, taqarrub, kasih sayang, solidaritas, dan kepedulian sosial dapat dikapitalisasi di bulan Ramadhan dan direalisasi di luar bulan ini, sesungguhnya banyak persoalan negeri dan bangsa ini dapat diselesaikan. Di antaranya, persoalan korupsi, pembunuhan, perampokan, dan banyak lagi penyakit-penyakit sosial lain yang terjadi di tengah masyarakat karena terkikisnya nilai-nilai tersebut.
Kendati demikian, bulan Ramadhan –bila dimanfaatkan secara optimal oleh semua unsur– dapat menjadi ajang menumbuhkan empati dan kepedulian sosial yang lenyap tersebut, sehingga yang diutamakan bukan hitungan rasional-matematis saja, tetapi ikut ‘merasakan’ derita dan jeritan hati rakyat. Hal ini bisa dilakukan dengan menunda atau menekan persentase kenaikan seminimal mungkin.
Karena itu perlu bagi umat untuk kembali merenungkan ungkapan terakhir dari surat Al-Baqarah: 183, bahwa yang mewajibkan puasa adalah la’allakum tattaqun dalam kata kerja mudhari yang hendaknya dimaknai agar dapat merealisasikan nilai-nilai muraqabatullah, ketaatan, dan kasih sayang secara terus-menerus, tidak hanya di saat bulan Ramadhan.
Bulan Ramadhan, sekali lagi, sebagai wahana memupuk solidaritas tinggi antarumat manusia yang disempurnakan pada akhir bulan dengan kewajiban membayar zakat fitrah sebagai manifestasi puncak solidaritas sosial tersebut. Sikap dan kepribadian positif, produktif, empatik, dan menghadirkan keputusan win-win solution adalah sosok pribadi yang lulus secara gemilang dari madrasah Ramadhan yang penuh solusi. Wallahu a’lam.

Selasa, 20 Juli 2010

Tasbih, Takbir, Tahmid

Fakir miskin Muhajirin mengadu pada Rasulullah saw.: Orang-orang kaya telah pergi dengan derajat yang tinggi dan nikmat yang kekal. Mereka salat seperti kami, mereka puasa seperti kami. Mereka bersedekah, tapi kami tidak sanggup, mereka memerdekakan budak, sementara kami tidak mampu.
Rasulullah saw. bersabda: aku ajarkan sesuatu yang dapat membuat kalian mengejar orang-orang yang mendahului kalian dan yang dapat membuat kalian mendahului orang-orang yang sesudah kalian. Tidak ada seorang pun di antara kalian yang lebih utama kecuali ia melakukan seperti yang engkau lakukan.
Bacalah tasbih (subhhaabnallah), takbir (Allahu akbar) dan tahmid (alhamdu lillah) setiap selesai salat sebanyak tiga puluh tiga kali. [Hadis riwayat Abu Hurairah ra.]



Rasullullah saw bersabda —diriwayatkan dalam shahih Bukhari :
"Barang siapa yang membaca subhanallah 33 kali, alhamdulillah 33 kali, Allahuakbar 33 kali, di akhiri dengan Lailahaillallah wahdahu laa syarikalah lahul mulku walahul hamdu yuhyi wayumittu wahuwa 'alla kulli syaiin qadir setiap habis shalat, jatuh dosa-dosanya walau sebanyak buih di lautan".
Barang siapa yang membaca: "Tidak ada Tuhan selain Allah semata, Yang tiada sekutu bagi-Nya, kepunyaan-Nyalah segenap kerajaan dan milik-Nyalah segala pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu", sebanyak sepuluh kali, maka dia laksana orang yang telah memerdekakan empat orang budak dari putra Ismail [Hadis riwayat Abu Ayyub Al-Anshari ra.]

Barang siapa membaca: "Tidak ada Tuhan selain Allah semata, Yang tiada sekutu bagi-Nya, kepunyaan-Nyalah segenap kerajaan dan milik-Nyalah segala pujian serta Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu", setiap hari sebanyak seratus kali, maka dia akan mendapat pahala yang sama besarnya dengan membebaskan sepuluh orang budak dan akan dicatat untuknya seratus kebajikan serta dihapus darinya seratus keburukan.
Baginya hal itu adalah satu perlindungan dari setan mulai dari pagi hari sampai sore. Tidak ada seorang pun yang lebih utama dari orang yang melakukan hal itu kecuali orang yang lebih banyak dari itu.
Barang siapa membaca: "Maha Suci Allah dan dengan memuji-Nya", sebanyak seratus kali setiap hari, maka akan terhapuslah semua dosanya sekalipun dosanya itu sebanyak buih di lautan. [Hadis riwayat Abu Hurairah ra.]

"ketika kalian hendak berbaring ke tempat tidur, bacalah takbir sebanyak tiga puluh empat kali, tasbih sebanyak tiga puluh tiga kali serta tahmid sebanyak tiga puluh tiga kali karena hal itu lebih baik bagi kamu berdua daripada seorang pelayan" [Hadis riwayat Ali bin Abu Thalib ra.]

Minggu, 18 Juli 2010

Fenomena Materialistis dalam Pandangan Muslim?

Fenomena Materialistis dalam Pandangan Muslim?

Seiring dengan perkembangan zaman dalam era kemajuan IT dan Informasi dewasa ini, pandangan materialistis mau tidak mau berjalan demikian "pesat". Sehingga sebagian kaum muslimin langsung atau tidak langsung, mau atau tidak mau, sengaja atau tidak sengaja terpengaruh dengan kehidupan yang menjerumuskan ini. Sebuah cara pandang mengenai kehidupan yang hanya terbatas pada usaha untuk mendapatkan kenikmatan sesaat, membuat aktifitas hidup yang dijalankan hanya memikirkan masalah bagaimana bisa mendapatkan / menciptakan lapangan pekerjaan, mengembangkan ekonomi, membangun rumah dan gedung, memenuhi kepuasan hidup dan hal-hal lain yang bersifat duniawi, tanpa memikirkan akibat yang dimungkinkan akan muncul / terjadi. "Kebahagiaan hidup hanya bisa diraih dengan harta yang berlimpah".

Seorang suami begitu asyiknya dengan pekerjaan dan usaha yang digelutinya. Terkadang hingga larut malam dikerjakan, sehingga pada saat pulang istri dan anak sudah terlelap dalam mimpinya. Pagi berangkat lagi dengan hanya sekejap berbincang dengan anak dan istri, begitu rutinitas ini berjalan dari hari ke hari, dengan alasan "demi kebahagiaan anak dan istri". Begitu pula ada sebagian perempuan "wanita karier" yang menganggap bahwa emansipasi wanita membutuhkan banyak waktu dan pikiran dari dirinya untuk banyak bekerja dan bekerja dengan alasan membantu "suami atau membahagiakan anak", tanpa mau memperhatikan ataupun mengimbangi seberapakah rasa kangen dan kebutuhan anak-anaknya akan tingkat pertemuan mereka dengan sang orang tua, seberapa inginkah sang anak ngin berbagi cerita dengan orangtua mereka? Alhasil, pandangan materialistis ini mengusik keharmonisan dan ketenangan rumah tangga seorang muslim. Melalaikan tujuan inti penciptaannya, penghambaan diri kepada Allah semata dalam setiap aspek kehidupannya.
Wahai manusia, lupakah Anda bahwa Allah telah memberi pengertian dan peringan tentang sebuah kehidupan kelak di kemudian hari?
Ia bertanya: " bilakah hari kiamat itu?". Maka apabila mata terbelalak ketakutan, dan apabila bulan telah hilang cahayanya, dan matahari dan bulan dikumpulkan, pada hari itu manusia berkata: "kemana tempat lari?", sekali-sekali tidak! tidak ada tempat berlindung! hanya kepada Tuhanmu sajalah pada hari itu tempat kembali. (QS Al-Qiyaamah 6-12).

Minggu, 13 Juni 2010

Dzikir dan Do'a

 Kolom : Dzikir dan Do'a
Wahai sahabat2, Ingatlah selalu Allah untuk pertama kalinya saat kita mendapatkan kenikmatan-kenikmatan atau menyadari kelebihan2 kita dari orang lain. Untuk itu contohlah ketauladanan Nabi Sulaiman as. yang banyak ingat Allah ketika diberikan kenikmatan-kenikmatan atau kelebihan-kelebihan yang ia sadari dan yakini sebagai pemberian Tuhannya, atau tanda kasih sayang Allah Subhanahu waTa'ala. Dalam Al-qur'an Allah SWT menceritakan kisahnya, Firman-Nya:Maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdo'a: "Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri ni'mat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh". [QS.27:19]

Selasa, 01 Juni 2010

Mari kita galakkan sikap JUJUR

Mari kita galakkan sikap JUJUR

Apa perbuatan yang mudah namun sulit dalam pelaksanaannya? salah satunya adalah JUJUR. Bahkan untuk diri sendiri pun terkadang sulit untuk jujur. Kata orang, yang paling berbahaya di dunia ini sebenarnya adalah orang munafik, sementara salah satu ciri orang munafik adalah berkata dan berbuat tidak jujur.

Negara yang jujur akan mengutamakan kemakmuran rakyatnya secara adil dan merata di setiap lapisan. Negara yang jujur akan mengedepankan kepentingan rakyat dalam setiap kebijakannya. Negara yang jujur diisi oleh pemimpin, pengusaha, rakyat, organisasi kemasyarakatan yang jujur pula.

Karena Pemimpin yang jujur tidak akan menyalahgunakan pangkat dan jabatannya untuk memanipulasi kebenaran dan kepentingan pribadi atau kelompok. Pengusaha yang jujur akan memenuhi setiap kewajibannya dengan jujur dan tepat waktu. Rakyat yang jujur akan selalu berdisiplin tinggi dan mengutamakan kewajiban daripada hak. LSM yang jujur tidak akan melakukan pembusukan negara ini dari dalam atau menjadi spion negara asing.

Perusahaan yang jujur akan membina hubungan yang baik dengan pemasok, konsumen, karyawan, pemerintah dan masyarakat lingkungan sekitar. Produknya akan dicintai oleh konsumen karena sesuai dengan spesifikasi yang digambarkan, sesuai dengan penawaran, sesuai dengan yang diiklankan. Karyawan merasa nyaman bekerja karena perusahaan dengan jujur memperhatikan kesejahteraan mereka. Untung dibilang untung, rugi dibilang rugi, bukan malah sebaliknya.

Rumah tangga yang jujur dibangun oleh pribadi-pribadi yang jujur pula. Kepala keluarga yang jujur, memberi nafkah yang didapatkannya dengan cara yang halal, ibu rumah tangga yang jujur, membina anggota keluarga dengan semestinya sesuai porsi. Anak-anak yang jujur, akan menuruti apa-apa pesan baik dari orang tuanya.

Apa yang terjadi ketika sebuah negara mulai tidak jujur, ketika pemimpin mulai ramai-ramai berbuat tidak jujur, ketika pengusahanya mulai berbuat curang, ketika rakyatnya mulai melegalkan sogok dan suap, ketika LSM-nya mau jadi kacung pihak luar dan memberikan berita-berita palsu, ketika kepala keluarga mulai selingkuh, ketika ibu rumahtangga mulai tidak adil dan anak-anak mulai suka berkata dan bertindak bohong?
Eh…ngomong-ngomong, Anda sudah jujur menulis di blog? Atau malah membuat blog sudah dengan niat yang tidak jujur? Konon, nge-blog dengan jujur jauh lebih sulit karena tidak ada hukuman atau sanksi selain faktor moral atau etika.

Tidak ada kata terlambat kata orang bijak. Setiap orang pasti pernah khilaf. Setiap orang pasti pernah tergelincir. Tidak ada salahnya mengakui perbuatan tidak jujur yang pernah kita lakukan. Itu akan menunjukkan tingkat kebesaran jiwa kita. Percayalah, pengakuan itu tidak akan menghancurkan reputasi Anda, asal jangan mencari alasan dan menyalahkan orang lain atau kondisi.
Anda ingat kasus Honda Jazz? Ketika pihak Honda mengakui ketidakberesan salah satu komponen mesin pada produknya tersebut, lalu menarik semua produk bermasalah tersebut dari pasar, apakah masyarakat menjauhi Honda? Masyarakat justru nyaman dengan dengan respon dan tanggungjawab dari pihak Honda. Justru dengan kejadian tersebut, Honda telah berhasil memperkokoh total company image-nya di masyarakat. Masih takut untuk jujur?
dikutip dari: jamaahmasdid.com

Minggu, 09 Mei 2010

Hypnotherapy

HIPNOTIS SEDERHANA UNTUK ANAK BALITA DAN ANAK PENDERITA AUTIS

Hipnotis merupakan sebuah teknik untuk “membuka” pikiran bawah sadar, dan selanjutnya memasukkan sugesti atau saran sesuai dengan keperluan.

Teknik hipnotis mempergunakan seni komunikasi verbal dan non verbal yang sangat persuasif, sehingga pada umumnya hipnotis diterapkan kepada mereka yang sudah memahami komunikasi. Oleh karena hipnotis formal hanya efektif untuk anak yang telah berusia minimal sekitar 7-8 tahun. Untuk anak-anak balita sebaiknya dipergunakan hipnotis informal atau komunikasi yang berpola hipnotis.Hipnotis informal merupakan teknik komunikasi yang berpola khusus, sehingga tidak secara otomatis setiap orang dapat menguasainya. Oleh karena itu berikut ini diberikan teknik yang sangat sederhana untuk “memasukkan” sugesti ke anak balita, dimana teknik ini relatif dapat dilakukan oleh setiap orang tua.
Gelombang otak (Brainwave)
Aktivitas pikiran manusia dapat diukur dengan sebuah perangkat yang disebut EEG, yang dapat memonitor gelombang otak seseorang yang terkait dengan aktivitas pikirannya. Terdapat 4 wilayah utama gelombang otak, yaitu : Beta (kondisi aktif), Alpha (kondisi tenang dan fokus), Theta (kondisi sangat tenang), dan Delta (kondisi tidur).
Kondisi hipnotis yang dalam (deep trance) setara dengan kondisi gelombang Theta. Teknik hipnotis adalah seni untuk membawa seseorang dari kondisi aktif (Beta) ke kondisi tenang (Alpha dan Theta).
Kondisi Theta adalah kondisi dimana pikiran sadar tidak aktif, dan pikiran bawah sadar bersifat reseptif, atau mudah menerima saran dan sugesti dari luar. Kondisi Delta adalah kondisi dimana pikiran bawah sadar tidak aktif, tetapi pikiran bawah sadar non reseptif.
Aktifitas gelombang otak menjelang tidur.
Berdasarkan penjelasan di atas, maka ketika manusia menjelang tidur, yang terjadi adalah penurunan gelombang otak yang menyebabkan terjadinya perpindahan area, yaitu dari Beta, turun ke Alpha, kemudian turun lagi ke Theta, dan akhirnya memasuki tidur sempurna yaitu Delta. Hal ini juga berlaku bagi anak-anak.
Berdasarkan prinsip bahwa proses tidur adalah proses perpindahan gelombang otak, maka sugesti dapat dimasukkan ketika gelombang otak diperkirakan sudah mulai menyentuh Theta, tetapi belum memasuki Delta.
Secara praktis, saran atau sugesti untuk anak dapat mulai diucapkan ketika anak mulai tertidur, karena tidur di awal ini belumlah tidur sempurna (Delta) melainkan suatu kondisi dimana pikiran bawah sadar memiliki sifat paling reseptif (Theta). Walaupun kondisi Theta belum merupakan tidur “sempurna” akan tetapi bagi Subyek dalam hal ini anak, tidur ini tetap dirasakan sebagai tidur sempurna, sehingga kemungkinan anak tidak akan mendengarkan sugesti yang diberikan, tetapi sugesti ini justru didengarkan dengan baik oleh pikiran bawah sadar mereka, sehingga berproses kepada perubahan perilaku sesuai dengan yang diinginkan.
Jika tepat ketika anak baru mulai tertidur atau sudah mulai tidak merespon suara luar, maka orang tua dapat mulai mengucapkan kalimat-kalimat saran, lakukan sekitar 15 menit secara berkesinambungan. Hal ini penting, karena jika sugesti sempat terhenti beberapa menit, maka anak akan “meluncur” memasuki gelombang Delta, atau gelombang tidur alamiah.
Fenomena ini sebenarnya sudah sering dialami anak dimanapun juga, yaitu mereka mudah mengingat dongeng menjelang tidur, walaupun mungkin ketika dongeng ini baru dibacakan, mereka sudah tertidur dengan pulas. Hal ini menunjukkan bahwa dongeng tersebut justru didengarkan oleh pikiran bawah sadar, sehingga menjadi ingatan yang sangat kuat.
Teknik ini juga dapat diterapkan kepada anak autis, karena bagi penderita autis tentu tidak dapat diterapkan hipnotis formal, karena fokus menjadi permasalahan utama bagi anak penderita autis.
Untuk mempermudah orang tua, maka ucapan sugesti dapat direkam ke sebuah alat pemutar lagu, misal kaset, MP3 player, dll. Hal ini juga efektif, selama anak tidak terganggu tidurnya dengan posisi headphone yang ditempelkan ke telinganya. Dengan alat bantu ini tentu sugesti dapat dilakukan lebih lama lagi.

Selamat mencoba !

Selasa, 04 Mei 2010

Menggapai Cinta Allah

By: agussyafii

Bahasa sehari-hari mengenal istilah Allah yang di atas, atau Allah yang di langit. Langit sering didefinisikan sebagai batas pandangan mata. Dalam al Quran langit disebut dengan nama sama' atau samawat. Dalam bahasa Arab, sama' mengandung dua artinya, pertama, ma `ala ka, apa yang di atasmu. Dari pengertian ini maka plafon di rumah kita di sebut langit-langit. Ke dua, langit adalah ungkapan tentang sesuatu yang tidak terjangkau oleh akal kita. Jika disebut surga berada di langit artinya akal kita tidak akan mampu melacak keberadaannya. Surga dapat dilacak dengan keyakinan atau iman, bukan dengan rasio. Bahasa sehari-hari juga suka menggunakan istilah langit meski kurang tepat, misalnya menyebut kecantikan luar biasa dari seorang gadis dengan menyebut cantiknya selangit, kekayaan yang sangat banyak disebut kayanya selangit , dan ungkapan semisal lainnya.

Orang beriman meyakini bahwa di balik alam raya ini ada alam langit atau `alam malakut satu tempat yang sangat tinggi dimana blue print alam raya dengan segala kehidupannya itu berada dan dikendalikan, dan Allah bersemayam di `arasy Nya mengendalikan kekuasaanya melalui sistem sunnatulllah, dan Dia mengontrolnya secara detail hingga jatuhnya selembar daunpun berada dalam kontrol Nya.

Di mana letak alam malakut dan dimana `arasy Allah, akal kita tidak mungkin menjangkaunya, karena Allah Maha Tinggi sedangkan kita sebagai hamba memiliki keterbatasan yang sangat banyak. Meski demikian, dengan sifat Rahman dan Rahim Nya Allah memberi infrastruktur kepada kita untuk dapat mendekat kepada Nya. Allah menempatkan sifat ilahiah pada setiap diri kita, apa yang dalam Islam disebut nasut. Allah juga menempatkan cahaya (nur) Nya pada setiap hati (qalb) kita, disebut nuraniyyun (hati nurani) yang memiki kapasitas pandangan batin sebagai lawan dari pandangan mata kepala, oleh Al Quran disebut bashirah (Q/75:14-15).

Jika sifat Allah al Bashir mengandung arti Allah mampu melihat sesuatu secara total tanpa alat bantu, maka bashirah nya kita atau hati nurani kita juga dapat menembus dinding-dinding pembatas, secara internal melihat diri sendiri, introspeksi secara jujur dan hati nurani tidak bisa diajak berdusta, sedangkan secara ekternal, nurani dapat menerobos ke alam malakut bercengkerama dengan ruhaniyyun (malaikat atau arwah manusia) dan bahkan bisa bercengkerama dengan Allah Yang Maha Pengasih lagi Penyayang. D

Dengan sifat Nasut itulah kita pada suatu ketika rindu kepada Allah. Sifat Nasut itu bagaikan api yang selalu menyala ke atas. Orang yang sedang rindu kepada Allah, maka pandangannya selalu ke atas mencari Dia Yang Maha Tinggi di 'alam atas'. Kerinduan kepada ALlah itu memuncak ketika seseorang berhasil bekerja keras mensucikan jiwanya (tazkiyyat an nafs) hingga jiwanya mencapai tingkat nafs al muthma'innah, yakni jiwa yang tenang,
atau ketika Allah berkenan mendekati hamba-hamba-Nya yang dikehendaki Nya sehingga orang itu dalam waktu cepat tersucikan jiwanya (Q/ 4:49)

Di sisi lain, Allah senantiasa merindukan kehadiran kita ke haribaan rahmat Nya. Allah sangat antausias menyongsong hambanya. Jika kita mendekati Allah dengan jalan kaki, maka Allah akan menyongsongnya dengan berlari. Itulah yang menyebabkan ada orang yang sudah sejak kecil menjadi muslim tetapi tak kunjung berkualitas, sementara ada orang yang belum lama menjadi muaallaf tetapi sudah mencapai pencerahan Ilahiah, karena ia disongsong oleh Sang Khaliq. Di satu pihak, kita memang memiliki bakat kerinduan kepada Allah dan untuk itu ia berusaha naik ke atas(taraqqi), di pihak lain, Allah yang merindukan kehadiran kita, berlari turun dari atas(tanazul) menyongsong setiap hambaNya yang berusaha keras mendekat (taqarrub). Ada tiga jalan yang kita bisa tempuh untuk menggapai cinta Allah.

Pertama: Thariqat as Syar`iy, jalan syari'at. Siapa saja yang berusaha keras konsisten mengikuti syari'at Islam, sholatnya, puasanya, berdagangnya, berpolitiknya, dan seluruh aspek hidupnya, maka dijamin ujungnya adalah dar al muqarrabin, wisma khusus untuk orang-orang dekat. Siapa saja yang secara konsisten mengikuti petunjuk Allah Subhanahu Wa Ta'ala dalam hidupnya, yakni mengikuti aturan Allah tentang halal-haram, mengerjakan perintahNya dan menjauhi larangan Nya, maka ia berpeluang untuk mendapatkan Cinta Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Kedua: Thariqat ahl az zikr, jalannya ahli zikir. Barang siapa yang dalam hidupnya selalu berzikir maka ia akan sampai ke tingkat dekat dengan Allah. Zikir artinya menyebut atau mengingat. Orang awam berzikir dengan mulutnya dalam bentuk menyebut asma Allah atau
kalimah thayyibah, meski hatinya belum tentu ingat Allah. Lihatlah orang yang ikut zikir bersama Arifin Ilham, ia bisa menangis haru interospeksi. Jika zikir itu dipelihara, dikerjakan secara sistemik, maka lama-kelamaan hatinya menjadi dekat dengan Allah yang selalu disebutnya. Sementara orang khawas berzikir dengan hatinya. Keadaan apapun yang dihadapinya dalam hidup, hatinya tetap mengingat Allah. Ada beberapa tingkatan zikir, yaitu zikir jahr, zikir keras-keras, kemudian meningkat ke zikir khofiy, zikir yang tidak mengeluarkan suara tetapi penuh d dalam hati, kemudian tafakkur, berkelana secar ruhaniyyah merenungkan kebesaran Allah, dan yang tertinggi adalah tadabbur, yakni melihat benda atau alampun langsung terbayang Sang Pencipta (tadabbur `alam).
Ketiga: Thariqat mujahidat as Syaqa, memilih jalan yang sulit. Bagi penganut jalan ini, hidup secara biasa itu berarti tidak tahu diri dan kurang bersyukur nikmat Allah. Ia paksakan dirinya mengerjakan yang sunnah karena yang wajib sudah lewatinya dengan riang gembira, ia haramkan untuk dirinya apa yang subhat. Ia lebih suka tidur di kasur yang sederhana, meski memiliki kamar yang mewah, ia memakan makanan yang tidak enak meski tersedia makanan lezat, ia pergi ke masjid dengan jalan kaki meski punya mobil, semua yang sulit menjadi pilihannya untuk menggapai cinta Allah. Baginya menempuh kesulitan dalam perjalanan mendekat kepada Allah itu satu kenikmatan, dan baginya pula, menggunakan fasilitas kemudahan dalam perjalanan rasanya malu dihadapan Allah. Jalan yang tidak mudah, tidak semua orang sanggup memilih jalan sulit untuk menggapai cinta Allah.

Kamis, 22 April 2010

Emotional Quotation

Kecerdasan Emosi atau Emotional Quotation (EQ)  

Kecerdasan emosi dapat juga diartikan sebagai kemampuan untuk mengendalikan dan memahami perasaan-perasaan kita dan orang lain yang menuntun kepada kemampuan untuk mengatur perasaan-perasaan tersebut.
Jadi orang yang cerdas secara emosi bukan hanya memiliki emosi atau perasaan-perasaan, tetapi juga memahami apa artinya. Dapat melihat diri sendiri seperti orang lain melihat kita, mampu memahami orang lain seolah-olah apa yang dirasakan orang itu kita rasakan juga.
Meskipun tidak ada alat ukur yang baku tentang kecerdasan emosi, namun kecerdasan Emosi dapat ditingkatkan, baik terukur maupun tidak dan dampaknya dapat dirasakan baik oleh diri sendiri maupun orang lain. Banyak ahli berpendapat kecerdasan emosi yang tinggi akan sangat berpengaruh pada peningkatan kualitas hidup.

Setidaknya ada 5 unsur yang membangun kecerdasan emosi, yaitu:
1. Memahami emosi-emosi sendiri
2. Mampu mengelola emosi-emosi sendiri
3. Memotivasi diri sendiri
4. Memahami emosi-emosi orang lain
5. Mampu membina hubungan sosial

Sejauh mana kecerdasan emosi anda? Untuk mengetahuinya, kelima unsur diatas dapat dijadikan barometer untuk mengukur apakah anda termasuk orang yang cerdas secara emosi. Berikut ini adalah hal-hal spesifik yang perlu dipahami dan dimiliki oleh orang-orang yang cerdas secara emosi:

Mengatasi Stress
Stress merupakan tekanan yang timbul akibat beban hidup. Stress dapat dialami oleh siapa saja. Toleransi terhadap stress merupakan kemampuan untuk bertahan terhadap peristiwa-peristiwa buruk dan situasi penuh tekanan tanpa menjadi hancur. Ini berarti mengelola stress dengan positif dan merubahnya menjadi pengaruh yang baik.
Orang yang cerdas secara emosional mampu menghadapi kesulitan hidup dengan kepala tegak, tegar dan tidak hanyut oleh emosi yang kuat. Cenderung menghadapi semua hal, bukannya lari dan menghindar. Dapat mengelakkan pukulan sehingga tidak hancur dan tetap terkendali. Mungkin sesekali terjatuh namun tidak terpuruk sehingga dapat berdiri tegak kembali.

Mengendalikan Dorongan Hati
Merupakan karakteristik emosi untuk menunda kesenangan sesaat untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Hal ini sering juga disebut “menahan diri”.
Orang yang cerdas secara emosi tidak memakai prinsip “harus memiliki segalanya saat itu juga”. Mengendalikan dorongan hati merupakan salah satu seni bersabar dan menukar rasa sakit atau kesulitan saat ini dengan kesenangan yang jauh lebih besar dimasa yang akan datang. Kecerdasan emosi penuh dengan perhitungan.

Mengelola Suasana Hati
Merupakan kemampuan emosionil yang meliputi kecakapan untuk tetap tenang dalam suasana apapun, menghilangkan gelisahan yang timbul, mengatasi kesedihan atau berdamai dengan sesuatu yang menjengkelkan.

Orang yang cerdas secara emosi tidak berada dibawah kekuasaan emosi. Mereka akan cepat kembali bersemangat apapun situasi yang menghadang dan tahu cara menenangkan diri.
Mengelola suasana hati bukan berarti menekan perasaan. Salah satu ekspresi emosi yang bisa timbul bagi setiap orang adalah marah. Menurut Aristoteles, Marah itu mudah. Tetapi untuk marah kepada orang yang tepat, tingkat yang tepat, waktu, tujuan dan dengan cara yang tepat, hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang cerdas secara emosi.
Ketiga hal tersebut diatas, merupakan kemampuan untuk memahami dan mengelola emosi-emosi diri sendiri yang harus dimiliki oleh orang-orang yang dikatakan cerdas secara emosi.

Memotivasi Diri
Orang dengan keterampilan ini cenderung sangat produktif dan efektif dalam hal apapun yang mereka hadapi. Ada banyak cara untuk memotivasi diri sendiri antra lain dengan banyak membaca buku atau artikel-artikel positif, “selftalk”, tetap fokus pada impian-impian, evaluasi diri dan sebagainya.

Memahami Orang lain
Menyadari dan menghargai perasaan-perasaan orang lain adalah hal terpenting dalam kecerdasan emosi. Hal ini juga biasa disebut dengan empati.
Empati bisa juga berarti melihat dunia dari mata orang lain. Ini berarti juga dapat membaca dan memahami emosi-emosi orang lain.
Memahami perasaan orang lain tidak harus mendikte tindakan kita. Menjadi pendengar yang baik tidak berarti harus setuju dengan apapun yang kita dengar.
Keuntungan dari memahami orang lain adalah kita lebih banyak pilihan tentang cara bersikap dan memiliki peluang lebih baik untuk berkomunikasi dan menjalin hubungan baik dengan orang lain.

Kemampuan Sosial
Memiliki perhatian mendasar terhadap orang lain. Orang yang mempunyai kemampuan sosial dapat bergaul dengan siapa saja, menyenangkan dan tenggang rasa terhadap orang lain ynag berbeda dengan dirinya.

Tingkah laku seperti itu memerlukan harga diri yang tinggi, yaitu: menerima diri sendiri apa adanya, tidak perlu membuktikan apapun (baik pada diri sendiri maupun orang lain), bahagia dan puas pada diri sendiri apapun keadaannya.

Kemampuan sosial erat hubungannya dengan keterampilan menjalin hubungan dengan orang lain. Orang yang cerdas secara emosi mampu menjalin hubungan sosial dengan siapa saja. Orang-orang senang berada disekitar mereka dan merasa bahwa hubungan ini berharga dan menyenangkan. Ini berarti kedua belah pihak dapat menjadi diri mereka sendiri.
Orang-orang dengan kecerdasan emosi yang tinggi bisa membuat orang lain merasa tentram dan nyaman berada didekatnya. Mereka menebar kehangatan dan keterbukaan atau transparansi dengan cara yang tepat.

Apakah Anda Termasuk Orang yang Cerdas secara Emosi?
Anda dan orang-orang disekitar Anda-lah yang tahu.

Atau Anda ingin menjadi Orang yang Cerdas secara Emosi?
Sepertinya tidak terlalu sulit bukan?
Selamat mencoba, Semoga Berhasil.

Selasa, 20 April 2010

Allah Hanya Memanggil kita sebanyak Tiga Kali Saja

Allah Sang Penguasa Kehidupan di Alam Dunia dan Alam Akhirat, hanya akan melakukan panggilan kepada ummat Nya sebanyak tiga kali. Ya, tiga kali.

Panggilan pertama adalah ADZAN. Manakala waktu sholat akan tiba, berkumandanglah adzan menyusuri celah-celah hembusan angin, menyusup sayup ke telinga kita. Allah memanggil kita dengan alunan yang sangat merdu. Tetapi, apa yang kita lakukan ketika adzan mulai, sedang atau usai dikumandangkan?
Kita masih sibuk dengan aktifitas duniawi, kita masih asyik bermain, ramai dengan obrolan yang tidak penting bahkan terkadang menimbulkan fitnah-fitnah kecil yang sering membuat propaganda yang kurang baik. Tapi, apakah Allah "marah" melihat kemalesan kita menanggapi panggilannya? Tidak! Bahkan, Dia masih memberikan anugerah dan rahmat yang menggembirakan, masih memberikan kebahagiaan dan kesenangan, masih memberikan toleransi kepada seluruh ummat manusia, baik untuk ummat yang menjawab panggilan Nya atau yang mengabaikannya.
Saya termenung dan ...hati terasa bergetar. Bukankah selama ini aku selalu sibuk dengan aktifitasku sendiri manakala Adzan memanggil perlahan? Aku masih duduk menunggu kail pancing yang belum termakan umpannya, saya masing mengajar, saya masih olahraga, saya terkadang sibuk dengan rapat ku, dan segudang alasan yang membuat aku tidak pernah tepat waktu menghampiri panggilan-Nya. Ya Allah, ampunkan hambamu yang khilaf ini.
Panggilan yang kedua adalah Haji. Allah memanggil semua ummat melalui umrah atau naik haji, sebagai sebuah janji yang membuktikan keteguhan dan keimanan yang begitu dalam dari seorang ummat kepada Sang Pencipta. Sebuah panggilan yang dapat dilakukan secara bergantian disesuaikan dengan kemampuan, keikhlasan dan keyakinan masing-masing, dan dengan dilandasi jalan yang berbeda-beda pula. Tetapi setiap manusia mempunyai keinginan yang sama,"kapan saya bisa melaksanakan umrah/haji"? Ada yang merencanakan dalam jangka waktu satu tahun, dua tahun, sepuluh tahun atau entah kapan. Ada yang do'anya terkabulkan untuk melakukan umrah/haji sesuai harapan, ada yang tertunda atau bahkan ada tidak dapat terlaksana, meskipun niatnya begitu besar. Betapa tidak ingin kita mengharap agar umrah menjadi bagian hidupnya. Dengan pakaian putih yang bernama ihram yang menyelimuti tubuh dengan iringan lafaz "Labaik Allahuma Labaik/Umrotan", hati yang lapang dan yakin ini akan tersentuh oleh panggilan kedua-Nya.
Masa Allah, saya dapat memenuhi panggilan Mu ya Allah....! Alhamdulillah hasil tabungan saya dari sisa jerih payah saya sebagai seorang guru, sebagai seorang sopir, sebagai seorang penjahit, sebagai seorang dokter, .....dapat untuk menemui-Mu. Alhamdulill ah...

Panggilan yang ketiga adalah KEMATIAN. Sebuah panggilan yang tidak pernah memunculkan tanda-tanda, ciri-ciri, ataupun aktifitas permulaan serta tidak pernah umat manusia dapat menolaknya karena takdir kematian itu muncul dengan tiba-tiba. Yang mampu menjawab hasil sebuah kematian hanyalah amal sholeh kita selama hidup. Yang dapat memahami kematian kita hanya sikap kita pada saat memahami dan menjabarkan ajaran Nabi Muhammad,"lakukanlah amal yang baik, tinggalkan yang munkar". Mataku berkaca-kaca manakala pikiranku mengingat masa laluku yang begitu hina, nista, dan banyak menyusahkan orang tua, saudara, teman, orang lain...adalah Allah mau mengampuni kelakukan saya selama ini?
Ya Allah......berikan kesempatan untuk ku agar aku dapat berubah menjadi manusia yang baik. Amin

Do'a untuk Memperoleh Ridho Alloh

Doa Untuk Memperoleh Ridho Allah

Tuesday, 27/10/2009 08:53 WIB | email | print | share
Seorang Muslim senantiasa mengharapkan Ridho Allah dalam setiap sepak terjang aktifitasnya. Sebab ia tahu bahwa hanya dengan memperoleh Ridho Allah sajalah hidupnya menjadi lurus, terarah dan benar. Seorang Muslim yang mengejar Ridho Allah berarti menjadi seorang beriman yang ikhlas. Orang yang ikhlas dalam ber’amal merupakan orang yang tidak bakal sanggup diganggu apalagi dikalahkan oleh syetan. Allah menjamin hal ini berdasarkan firmanNya dimana dedengkot syetan saja, yakni Iblis, mengakui ketidak-berdayaannya menyesatkan hamba-hamba Allah yang mukhlis.

قَالَ رَبِّ بِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِي الْأَرْضِ
وَلَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ إِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ

”Iblis berkata: "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma`siat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka". (QS Al-Hijr ayat 39-40)
Orang-orang yang telah menjadikan Ridho Allah semata sebagai tujuan hidupnya tidak mungkin dapat disimpangkan dari jalan yang benar.  Mereka tidak mempan di-iming-imingi dengan kenikmatan apapun di dunia ini. Sebab mereka sangat yakin bahwa kenikmatan jannah (surga) yang Allah janjikan bagi mereka tidak bisa disetarakan apalagi dikalahkan oleh kenikmatan duniawi bagaimanapun bentuknya. Harta, tahta maupun wanita tidak mungkin mereka dahulukan daripada kenikmatan ukhrawi surgawi yang Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam sendiri gambarkan sebagai berikut:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ اللَّه
 أَعْدَدْتُ لِعِبَادِي الصَّالِحِينَ مَا لَا عَيْنٌ رَأَتْ
وَلَا أُذُنٌ سَمِعَتْ وَلَا خَطَرَ عَلَى قَلْبِ بَشَرٍ

Dari Abu Hurairah ia berkata: Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: Allah berfirman: “Aku telah sediakan untuk hamab-hambaKu yang sholeh apa-apa yang tidak pernah mata memandangnya, dan tidak pernah telinga mendengarnya dan tidak pernah terbersit di dalam hati manusia.” ( HR Bukhary)

Hamba-hamba Allah yang mukhlis kebal terhadap berbagai ancaman manusia berupa siksa dan penderitaan duniawi apapun, karena bagi mereka tidak ada yang lebih menakutkan daripada ancaman Allah berupa siksa dan penderitaan hakiki di dalam neraka akhirat kelak. Mereka memiliki sikap seperti sikap para tukang sihir Fir’aun yang semula loyal kepada penguasa zalim tersebut, namun setelah menyaksikan betapa unggulnya kekuatan Allah lewat performa NabiNya Musa, maka akhirnya mereka bertaubat. Mereka selanjutnya meninggalkan (baca: baro’ alias berlepas diri dari) Fir’aun dan tidak menghiraukan ancamannya bagaimanapun bentuknya:

قَالَ آَمَنْتُمْ لَهُ قَبْلَ أَنْ آَذَنَ لَكُمْ إِنَّهُ لَكَبِيرُكُمُ الَّذِي عَلَّمَكُمُ السِّحْرَ فَلَسَوْفَ تَعْلَمُونَ لَأُقَطِّعَنَّ أَيْدِيَكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ مِنْ خِلَافٍ وَلَأُصَلِّبَنَّكُمْ أَجْمَعِينَ قَالُوا لَا ضَيْرَ إِنَّا إِلَى رَبِّنَا مُنْقَلِبُونَ إِنَّا نَطْمَعُ أَنْ يَغْفِرَ لَنَا رَبُّنَا خَطَايَانَا أَنْ كُنَّا أَوَّلَ الْمُؤْمِنِينَ

”Fir`aun berkata: "Apakah kamu sekalian beriman kepada Musa sebelum aku memberi izin kepadamu? Sesungguhnya dia benar-benar pemimpinmu yang mengajarkan sihir kepadamu maka kamu nanti pasti benar-benar akan mengetahui (akibat perbuatanmu); sesungguhnya aku akan memotong tanganmu dan kakimu dengan bersilangan dan aku akan menyalibmu semuanya". Mereka berkata: "Tidak ada kemudharatan (bagi kami); sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami, sesungguhnya kami amat menginginkan bahwa Tuhan kami akan mengampuni kesalahan kami, karena kami adalah orang-orang yang pertama-tama beriman". (QS Asy-Syuara ayat 49-51)

Orang-orang yang sibuk menggapai Ridho Allah semata dalam hidupnya sangat meyakini bahwa hanya Allah sajalah yang patut di jadikan prioritas utama kecintaan, kepatuhan dan rasa takut. Mereka berusaha untuk selalu mendahulukan Allah dalam setiap gerak-gerik hidupnya. Mereka sangat benci menyekutukan atau menduakan apalagi men-tigakan Allah, Rabbul’aalamiin. Sebab mereka sangat yakin bahwa Allah sajalah Raja di langit dan Raja di bumi. Sehingga dalam menyerahkan kecintaan, kepatuhan atau rasa takut kepada selain Allah mereka tidak akan pernah mau menyetarakan apalagi mendahulukan selain Allah. Sikap mereka kepada para pemimpin dan pembesar dunia adalah sikap yang sangat proporsional. Mereka hanya mau mentaati pemimpin yang senantiasa mengajak kepada meraih Ridho Allah juga. Namun bila pemimpin yang ada malah mengalihkan mereka dari mengejar Ridho Allah, maka bagi orang-orang mukhlis Ridho Allah jauh lebih utama didahulukan.

Kaum mukhlisin hanya meyakini bahwa jalan hidup yang sepatutnya dilalui hanyalah jalan hidup yang mendatangkan keridhoan Allah. Sedangkan Allah telah menegaskan bahwa hanya Islam-lah jalan hidup atau dien yang diridhaiNya.

إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ
”Sesungguhnya dien atau agama atau jalan hidup (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam.” (QS Ali Imran ayat 19)

Sedemikian yakinnya kaum mukhlisin akan kebenaran pernyataan Allah di atas, sehingga di dalam hati mereka tidak tersisa lagi cadangan kepercayaan akan jalan hidup lainnya. Sebab semua jalan hidup lainnya bukan dari Allah yang mereka senantiasa kejar keridhaanNya. Jalan hidup lainnya hanyalah jalan hidup palsu bikinan manusia yang seringkali dihiasi dengan nafsu dan sikap zalim serta keterbatasan ilmu alias jahil atau bodoh. Orang-orang mukhlis tidak lagi menyisakan di dalam diri mereka kepercayaan akan Liberalisme, Pluralisme, Sekularisme, Kapitalisme, Sosialisme, Komunsime, Humanisme, Hedonisme apalagi Demokrasi. Semua jalan hidup itu bagi mereka tidak menjamin akan mendatangkan keridhoan Alllah. Padahal mereka sudah sangat yakin bahwa hidup tanpa keridhoan Allah adalah kehidupan yang merugi dan penuh ke-sia-siaan.

Kaum mukhlisin hanya meyakini bahwa Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam merupakan satu-satunya teladan dan prototype sempurna yang wajib diteladani segenap sepakterjang perjuangannya. Bilamana menempuh jalan uswah tersebut berakibat kepada munculnya kehidupan yang penuh kesulitan dan jalan mendaki, maka mereka dengan rela hati akan menempuhnya. Bila karena meneladani Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam
mereka harus mengalami pengucilan dan stigma negatif dari kebanyakan manusia, maka mereka dengan sabar terus menempuhnya. Tidak sedikitpun rayuan dan iming-iming maupun ancaman dan black campaign fihak musuh dapat menyimpangkan mereka dari jalan hidup teladan utama ini. Karena kaum mukhlisin sangat yakin bahwa menegakkan sunnah Nabi shollallahu ’alaih wa sallam merupakan satu-satunya jalan untuk meraih keridhoan Allah.

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ
 لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآَخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا
Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam  itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (QS Al-Ahzab ayat 21)

Sedangkan meninggalkan sunnah Nabi shollallahu ’alaih wa sallam hanya akan mengantarkan mereka kepada kesenangan sementara dunia namun mengakibatkan penderitaan abadi dan hakiki di dalam kehidupan akhirat kelak nanti. Apalah artinya ”seolah berjaya” sebentar di dunia untuk kemudian merugi dan menyesal selamanya di akhirat. Lebih baik bersabar sebentar di dunia untuk menikmati kesenangan dan kebahagiaan sejati lagi abadi di kampung halaman jannatun-na’iim.

Maka para pemburu Ridho Allah setiap hari senantiasa memperbaharui komitmen mereka dengan mengikrarkan di dalam dirinya kalimat “Aku ridha Allah sebagai Rabb dan Al-Islam sebagai dien (jalan hidup) dan Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam sebagai Nabi”. Pengulangan ikrar harian ini menjadi sangat penting sebab ia merupakan salah satu jalan untuk memastikan bahwa Ridho Allah menyertai mereka ketika sudah berjumpa Allah di hari Kiamat atau hari Berbangkit. Demikianlah anjuran Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam kepada ummatnya sebagaimana diterangkan di bawah ini: 
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يَقُولُ حِينَ يُصْبِحُ وَحِينَ يُمْسِي ثَلَاثَ مَرَّاتٍ رَضِيتُ بِاللَّهِ رَبًّا وَبِالْإِسْلَامِ دِينًا وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا إِلَّا كَانَ حَقًّا عَلَى اللَّهِ أَنْ يُرْضِيَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
Bersabda Rasulullah saw: “Tidak ada seorang Muslim yang membaca di pagi hari dan di sore hari sebanyak tiga kali “Aku ridha Allah sebagai Rabb dan Al-Islam sebagai dien (jalan hidup) dan Muhammad sebagai Nabi”, kecuali Allah pasti meridhainya pada hari Kiamat.” (HR Ahmad)
عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا مِنْ مُسْلِمٍ أَوْ إِنْسَانٍ أَوْ عَبْدٍ يَقُولُ
حِينَ يُمْسِي وَحِينَ يُصْبِحُ رَضِيتُ بِاللَّهِ رَبًّا وَبِالْإِسْلَامِ دِينًا وَبِمُحَمَّدٍ نَبِيًّا
 إِلَّا كَانَ حَقًّا عَلَى اللَّهِ أَنْ يُرْضِيَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
Bersabda Rasulullah saw: “Tidak ada seorang Muslim atau seorang manusia atau hamba yang membaca di sore hari dan di pagi hari: “Aku ridha Allah sebagai Rabb dan Al-Islam sebagai dien (jalan hidup) dan Muhammad sebagai Nabi”, kecuali Allah pasti meridhainya pada hari Kiamat.” (HR Ibnu Majah)